23 Juli 2010

Muslim Thailand: Prihatin Tayangan TV Indonesia Kebanyakan Gossip Seks dan Isu Politik

Kalangan umat Muslim di Thailand bagian selatan pada umumnya  bisa menyaksikan tayangan-tayangan televisi asal Indonesia Mereka sangat berharap agar tayangan  yang berbau gosip seks dan isu politik dikurangi dan diganti dengan tayangan  yang mendidik.
Demikian ungkap seorang ulama di provinsi Narathiwat, yang memiliki umat Muslim terbanyak di Thailand.

“Penduduk di sini merasa senang bisa mendapat siaran televisi dari sejumlah  stasiun di Indonesia. Dengan menggunakan parabola kami bisa menangkap hampir  semua siaran televisi Indonesia,” kata Abdul Rahman Bulajama, seorang pejabat  Majelis Agama Islam di Narathiwat.

Namun, kepada wartawan VIVAnews , Renne Kawilarang, yang berkunjung ke Narathiwat, Rabu 21 Juli  2010, Bulajama mengungkapkan keprihatinannya bahwa tayangan-tayangan televisi  dari Indonesia akhir-akhir ini lebih banyak menonjolkan gosip-gosip yang berbau  seks dan masalah politik dalam negeri.

“Saya ingin menyampaikan saran dari sebagian kalangan ulama dan pemuka  masyarakat di Narathiwat agar televisi Indonesia mengurangi isu-isu seks seperti  Ariel,” kata Bulajama.

Dia merujuk pada gencarnya tayangan infotainment dan  berita televisi atas skandal video seks yang melibatkan vokalis grup “Peterpan” itu bersama dengan dua artis, Luna Maya dan Cut Tari.

Gara-gara seringnya televisi Indonesia menayangkan skandal itu, pemirsa di  Narathiwat pun ikut menggunjingkannya.

“Itu kan tidak baik bagi akhlak dan ini  menjadi keprihatinan bagi pemuka setempat. Jadi kurangilah tayangan seks dan  debat politik yang tidak ada guna,” kata Bulajama, yang menjadi pejabat bagian  Surat Pengesahan Nikah di Majelis Agama Islam Narathiwat.

Alumnus Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta itu mengaku pasti menyampaikan  pesan itu setiap kali bertemu wartawan Indonesia yang berkunjung ke Narathiwat.

“Minggu lalu ada saya sampaikan pesan yang sama kepada wartawan stasiun televisi  yang tengah berkunjung,”

Maka, dia menyarankan agar stasiun televisi di Indonesia menayangkan acara-acara  keagamaan ketimbangkan menonjolkan skandal seks. “Bila dilihat setiap hari,  acara keagamaan di televisi Indonesia hanya muncul pada saat salat Subuh dan  Maghrib,” kata Bulajama.

“Saya kira banyak tokoh agama di Indonesia yang bisa dijadikan teladan untuk  disiarkan. Jadi, jangan hanya banyak siaran agama pada saat bulan Ramadhan. Setelah itu susah menemukannya,” kata Bulajama.

Vivanews

Tidak ada komentar: