24 Juni 2010

Relawan Indonesia Diracun di Penjara Israel

Tiga relawan Indonesia untuk Gaza yang berasal dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa) diduga diracuni saat ditahan di penjara Israel.

“Ada tiga relawan yang mengaku mengalami gejala seperti diracuni saat di penjara Israel. Mereka bertiga dari Kispa,” ujar relawan Mer-C saat berbincang dengan kru redaksi okezone di ruang pertemuan Gedung High End, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dr Arief Rahman, Rabu (23/6/2010).

Ketiga relawan itu adalah Ketua Kispa Ferry Nur, Muhendri Muchtar, dan Hardjito Warno. Menurut Arief, berdasarkan pemeriksaan kadar toxic di tubuh ketiga relawan itu cenderung mengalami peningkatan, yaitu 0,4.

“Dari pemeriksaan kadar toxic sudah mencapai 0,4, batas normal 0,5. Tapi tahapan ini belum sampai tingkat membahayakan, yaitu racun mematikan arsen,” tutur Arief.

Selain itu, lanjut Arief, ketiga relawan itu juga mengaku mengalami gejala seperti keracunan, yaitu kepala terasa enteng setelah mengonsumsi makanan di penjara.

“Mereka bilang kalau kepala terasa enteng dan seperti berayun-ayun. Ini sudah indikasi mereka diracuni,” ujar peraih gelar master Disaster Management Fakultas Kedokteran UGM yang pernah tinggal di Gaza selama 3 bulan ini.

Para relawan, kata Arief, masih akan menjalani pemeriksaan darah di Indonesia. “Mereka akan diperiksa lagi sore ini (Rabu), saya juga,” ungkapnya.

okezone.com

Tidak ada komentar: